Menyoal Keadilan Anies

 Anies Baswedan diusung oleh partai Nasdem untuk mengarungi pilpres 2024 dan merebut kursi RI satu dengan tema Perubahan Persatuan. Dua partai lain yakni Demokrat dan PKS ikut mendeklarasikan dukungan terhadap Pak Anies Baswedan. Purna tugas dari kursi DKI Jakarta menjadi peluang besar baginya untuk mempertahankan etika seorang pemimpin. Karena setelah selesai dari tugasnya menahkodai DKI Jakarta, Pak Anies bebas berkampanye atau safari politik tanpa mengganggu tugasnya sebagai seorang Gubernur. Saat bersafari politik menjumpai para pendukungnya, setiap kunjungan itu Pak Anies selalu menyebut kata Keadilan.

Lalu apa itu keadilan? Ketika manusia menyepakati eksistensi keadilan, maka keadilan harus mewarnai perilaku dan kehidupan manusia dalam hubungan dengan Tuhannya, sesama individu, dengan masyarakat, dan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Menurut Aristoteles keadilan dibagi menjadi dua, pertama keadilan distributif dan keadilan korektif. Keadilan Distributif menyangkut pemberian barang-barang dan kehormatan kepada masing-masing orang sesuai dengan tempatnya dalam masyarakat, sedangkan keadilan korektif memberikan ukuran untuk menjalankan hukum sehari-hari di mana harus ada standar umum guna memulihkan konsekuensi dari suatu tindakan yang dilakukan orang dalam hubungannya satu sama lain.

Sedangkan Jhon Rawls melihat Keadilan sebagai kebajikan utama yang harus dipegang teguh dan sekaligus menjadi semangat dasar dari berbagai lembaga sosial dasar suatu masyarakat. Setiap orang harus diberikan kesempatan secara adil dan sama untuk mengembangkan serta menikmati harga diri dan martabatnya sebagai manusia. Keadilan bagi Rawls adalah Fairness.

Sementara teori keadilan dalam versi Islam dapat dilihat dalan Al-Quran Surat An-Nisaa ayat 58 yang artinya "Sesungguhnya Allah memerintahkanmu memberikan amanat pada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar dan maha melihat". Keadilan versi islam lainnya juga dapat kita lihat dalam Al-quran surat An-nisaa ayat 135, surat as-syuura ayat 15, dan Al-Maidah 58.

Sedangkan Pak Anies Baswedan, dalam setiap kunjungannya menyapa para pendukung di beberapa kota di Indonesia selalu mengucapkan kata keadilan. Disaat di atas panggung pak Anies selalu menanyakan apakah harga barang pokok naik atau tidak. Ketika masa yang hadir menjawab, Pak Anies seakan mengajak pendukungnya untuk menuju perubahan tanpa menjelaskan konsep-konsep keadilan yang dia maksud. Teori keadilan dari para ahli mana yang dipahami olehnya, atau dari semua teori keadilan yang ada lalu kemudian dia merangkumnya dan menggagas teori keadilannya sendiri, itu semua tidak nampak dan tidak jelas dalam setiap kali pak Anies mengucapkan keadilan. Atau memang jangan-jangan pak Anies tidak punya konsep keadilan yang dia maksud. Pak Anies mungkin "terpaksa" mengucapkan kata keadilan karena dia melihat bendera PKS.

Bila hanya menanyakan harga barang ke setiap pendukungnya, dan tidak menjelaskan teori atau konsep yang dia punya untuk mewujudkan keadilan, tiada beda pak Anies dengan pasangan capres 2019 yang lalu, di mana kedua pasangan capres 2019 juga mengutarakan hal yang sama, tanpa ada kejelasan tentang teori keadilan yang diyakini, lalu kemudian tiba-tiba muncul proyek-proyek yang merampas hak-hak masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Realitas Ekonomi dalam Politik

Belajarlah dari Thomas Jefferson

Fakta Sejarah Demokrasi Indonesia