Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Pergeseran Budaya

 Pemimpin itu berasal dari rakyat. Ditulisan sebelumnya saya mengistilahkan rakyat adalah rahim pemimpin. Artinya, karena rakyat lebih dahulu ada maka kultur seorang pemimpin pasti tidak akan jauh berbeda dari yang dipimpin. Adat istiadat, budaya atau kebiasaan pemimpin semestinya sama dengan yang dipimpin. Kesamaan budaya itu seharusnya menjadi dasar bagi seorang pemimpin menjaga, memelihara, merawat dan melestarikannya. Namun seiring terbentuknya pemerintahan, terjadi pergeseran budaya antara pemimpin dan yang dipimpin. Yang saya maksud dalam konteks ini adalah budaya masyarakat mempertahankan harta atau hak mereka. Lihat saja di website Mahkamah Agung, ribuan kasus terdokumentasikan di mana ribuan rakyat dalam hal mempertahankan tanah, mereka melakukan upaya-upaya peradilan baik tingkat pertama, banding, kasasi bahkan peninjauan kembali. Artinya masyarakat dalam hal mempertahankan harta akan berupaya sedemikian rupa agar harta tersebut tidak lepas dari dirinya. Kemudian pergeser...

Gubernur Sumbar Sariawan

 Gubernur dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu kada. Otomatis gubernur bertanggung jawab langsung kepada warga yang ia pimpin. Itulah salah satu ciri sistem pemerintahan presidensial. Apa saja yang menjadi tugas seorang kepala daerah warga berhak mengetahui sampai di mana perkembangannya. Namun ada yang aneh atas diamnya buya Mahyeldi atas temuan atau informasi yang disampaikan ketua fraksi partai Gerindra Sumatera Barat. Di mana ada delapan proyek pemprov Sumbar yang mangkrak. Terakhir proyek pengadaan unggas. Di Kabupaten Solok, obat-obatan dan vitamin untuk unggas sampai ke tangan masyarakat tetapi unggasnya tidak. Mungkin dihalau seseorang sehingga unggasnya lari atau terbang ketakutan. Peran Buya sebagai Gubernur dipertanyakan, kenapa bisa seseorang itu menjadi penyebab tidak sampainya unggas ke tangan masyarakat. Yang kedua terkait temuan BPK terhadap 22 proyek di Sumbar yang diduga kuat bermasalah. Buya Mahyeldi sebagai Gubernur kembali mendadak sariawan alias tidak m...

[Bukan] Pemimpin Bertangan Besi

 Muncul statement dari banyak orang setelah mengamati permasalahan negeri yang semakin kompleks kemudian sikap skeptis terhadap masa depan Indonesia yang tidak berbanding lurus dengan modal kekayaan yang dimiliki, maka dinilai bahwa Indonesia butuh pemimpin bertangan besi. Pikiran ini muncul karena pengelolaan kekayaan alam, sitem politik yang kacau dan tata kelola pemerintah yang dianggap buruk dan lebih pro terhadap kapitalis. Sementara itu kehidupan rakyat semakin menderita dan terpinggirkan. Rakyat yang sejahtera semakin makmur, rakyat yang biasanya cuma makan nasi putih berpindah memakan sabun, arang dan daun, itu pun harus berurusan dengan hukum lantaran dituduh mencuri. Pemikiran membutuhkan pemimpin bertangan besi adalah tidak tepat. Pada dasarnya pemimpin itu dirinya harus dikelilingi etikabilitas, moralitas dan intelektualitas. Agar kebijakan yang diambil lebih pro kepada rakyat kecil. Namun kenyataannya orang yang berpendidikan tinggilah kemudian yang menikam dan meninda...