Pergeseran Budaya

 Pemimpin itu berasal dari rakyat. Ditulisan sebelumnya saya mengistilahkan rakyat adalah rahim pemimpin. Artinya, karena rakyat lebih dahulu ada maka kultur seorang pemimpin pasti tidak akan jauh berbeda dari yang dipimpin. Adat istiadat, budaya atau kebiasaan pemimpin semestinya sama dengan yang dipimpin. Kesamaan budaya itu seharusnya menjadi dasar bagi seorang pemimpin menjaga, memelihara, merawat dan melestarikannya.

Namun seiring terbentuknya pemerintahan, terjadi pergeseran budaya antara pemimpin dan yang dipimpin. Yang saya maksud dalam konteks ini adalah budaya masyarakat mempertahankan harta atau hak mereka. Lihat saja di website Mahkamah Agung, ribuan kasus terdokumentasikan di mana ribuan rakyat dalam hal mempertahankan tanah, mereka melakukan upaya-upaya peradilan baik tingkat pertama, banding, kasasi bahkan peninjauan kembali. Artinya masyarakat dalam hal mempertahankan harta akan berupaya sedemikian rupa agar harta tersebut tidak lepas dari dirinya.

Kemudian pergeseran budaya itu nampak pada diri seorang pemimpin. Ketika kekuasaan digenggamannya, alam raya nan indah yang merupakan hak masyarakat adat, di mata seorang pemimpin terlihat ladang cuan. Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 diartikulasikan sesuai kehendaknya. Rakyat dibodohi, Undang-undang dilanggar dengan dalih pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Pemimpin seperti itu menampakkan budaya yang bertolak belakang dari yang dipimpin. Ketika yang dipimpin mempertahankan hak nya sampai darah penghabisan, pemimpinnya malah menjual sampai kekayaan itu tak tersisa. Entah budaya siapa dan dari mana pemimpin itu belajar budaya seperti itu. Patut dipertanyakan, pemimpin yang bertolak belakang secara budaya dari yang dipimpin, apakah pemimpin itu sejatinya berasal dari kultur yang sama dengan yang dipimpin? Kenapa rakyat begitu semangat mempertahankan hak nya, sementara pemimpinnya memiliki semangat menjual?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Realitas Ekonomi dalam Politik

Belajarlah dari Thomas Jefferson

Fakta Sejarah Demokrasi Indonesia