Gubernur Sumbar Sariawan
Gubernur dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu kada. Otomatis gubernur bertanggung jawab langsung kepada warga yang ia pimpin. Itulah salah satu ciri sistem pemerintahan presidensial. Apa saja yang menjadi tugas seorang kepala daerah warga berhak mengetahui sampai di mana perkembangannya.
Namun ada yang aneh atas diamnya buya Mahyeldi atas temuan atau informasi yang disampaikan ketua fraksi partai Gerindra Sumatera Barat. Di mana ada delapan proyek pemprov Sumbar yang mangkrak. Terakhir proyek pengadaan unggas. Di Kabupaten Solok, obat-obatan dan vitamin untuk unggas sampai ke tangan masyarakat tetapi unggasnya tidak. Mungkin dihalau seseorang sehingga unggasnya lari atau terbang ketakutan. Peran Buya sebagai Gubernur dipertanyakan, kenapa bisa seseorang itu menjadi penyebab tidak sampainya unggas ke tangan masyarakat.
Yang kedua terkait temuan BPK terhadap 22 proyek di Sumbar yang diduga kuat bermasalah. Buya Mahyeldi sebagai Gubernur kembali mendadak sariawan alias tidak menanggapi dan tidak mengklarifikasi ke publik atas temuan BPK itu. Eksekutif Kontrol yang diberikan kuasanya kepada Gubernur tidak dilaksanakan dengan baik. Itu menjadi salah satu faktor terjadinya masalah dalam pembangunan di Sumatera Barat. Miliaran uang negara yang disinyalir terbuang sia-sia sudah seharusnya Gubernur bertanggung jawab.
Terakhir komnas ham Sumbar melaporkan temuannya bahwa diduga di Provinsi Sumatera Barat terjadi pelanggaran HAM dalam konteks Agraria. Komnas Ham bersama LBH Padang berupaya meminta klarifikasi Buya Mahyeldi, lagi-lagi menurut pemberitaan, Gubernur mendadak sariawan alias belum menanggapi laporan itu.
Ada dugaan terjadi perbuatan melawan hukum di provinsi yang dipimpin Buya Mahyeldi tetapi gubernur tidak memberikan klarifikasi soal kebenaran informasi yang telah dipublikasikan itu. Entah apa yang terjadi pada buya Mahyeldi. Apakah dia benar-benar sariawan atau jangan-jangan Buya Mahyeldi sebagai Gubernur Sumatera Barat memelihara sariawan itu sehingga ia dapat menggunakannya ketika tersebar informasi yang tidak mengenakkan telinganya.
Komentar
Posting Komentar