Prabowo Gamang, Anies Rindu DKI, Ganjar Petugas Partai
Indonesia telah mengantongi tiga nama capres 2024. Satu ketum partai, satu petugas partai, yang satu lagi "dicomot" oleh partai alias tidak terdaftar sebagai kader di partai politik mana pun. Bermacam polemik muncul setelah tiga capres tersebut diumumkan ke publik. Nama pertama adalah Anies Baswedan yang diusung oleh Nasdem, Demokrat dan PKS. Ketika Nasdem mengusung Anies, kelompok lain merasa tidak senang dengan pencapresan tersebut, karena salah satu yang mengusung adalah partai koalisi pemerintah saat ini. Perdebatan sengaja diumbar ke publik sehingga pendukung Anies perang urat saraf dengan kontra Anies. Bahkan satu partai penguasa menampakkan dengan terang ketidaksukaannya atas pencapresan Anies.
Pasca Anies didapuk menjadi capres 2024, kaum terpelajar menuntut Anies untuk berbicara kemana arah politiknya. Sebab ungkapan Anies antitesa Jokowi menggema pasca pengusungan. Ungkapan itu juga yang membuat publik gaduh. Sebab Anies pada periode pertama adalah tim sukses Jokowi dan juga ditunjuk sebagai menteri pendidikan. Artinya Anies juga merupakan orang Jokowi. Karena kebijakan presiden yang dinilai tidak pro terhadap rakyat, maka Anies diminta untuk bicara membuktikan bahwa ia di barisan oposisi. Kritikan keras terhadap diamnya seorang Anies Baswedan yang dielu-elukan sebagian rakyat yang menaruh harapan kepadanya untuk merealisasikan perubahan.
Sampai saat Anies diminta menanggapi isu, bahwa jika terpilih menjadi presiden 2024 ia tidak akan melanjutkan pembangunan ibu kota baru atau IKN. Anies menjawab bahwa gaya kepemimpinannya yang ia terapkan sewaktu menjabat gubernur DKI Jakarta adalah continue and change. Ia mengaku selama memimpin DKI, program gubernur sebelumnya, jika pro terhadap rakyat maka akan dilanjutkan. Bila kurang baik, maka akan diperbaiki, dan apabila kebijakan gubernur sebelumnya memang tidak elok untuk rakyat, maka tidak akan dilanjutkan. Anies mengatakan soal IKN, bahwa dirinya akan merealisasikan program yang telah ditetapkan dasar hukumnya. Karena IKN diatur oleh undang-undang no 3 tahun 2022, maka ia memastikan bahwa pembangunan IKN akan dilanjutkan. Partai pendukung pemerintah seakan merasa sedikit lega.
Kemudian Anies ditanya apa ide dan gagasan yang akan dia realisasikam untuk rakyat Indonesia. Di sinilah kelihatan kerinduan Anies Baswedan kepada DKI Jakarta. Anies menawarkan rekam jejak kepemimpinannya di DKI. Anies dibeberapa obrolan televisi maupun youtube, salah satunya dialog kebangsaan yang diselenggarakan oleh TV One ketika ditanyakan gagasannya untuk Indonesia masa depan mengatakan bahwa ia akan memperbaiki sistem pendidikan, meningkatkan kualitas manusia, dan menjawab tantangan urbanisasi dengan menata kota-kota besar Indonesia yang menjadi tujuan perantau. Tiga gagasan itu telah diterapkan di DKI Jakarta. Namun tawaran rekam jejak tersebut untuk Indonesia kurang tepat.
Anies dicalonkan menjadi capres 2024. Oleh sebab itu ia wajib memberikan ide untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan kemudian merealisasikan ide tersebut. Anies harus memastikan kepada seluruh rakyat Indonesia tentang ide dan gagasannya. Ia mesti menegaskan bahwa dirinya layak menjadi presiden Indonesia selanjutnya. Namun jawaban Anies ketika ditanyakan ide dan gagasannya untuk Indonesia, dia malah menampakkan bahwa dirinya merindukan DKI. Di kepalanya dia bermimpi menjadi presiden, jauh di dalam jiwanya ia menginginkan DKI. Jawaban seorang calon ketika ditanya apa ide dan gagasannya, kemudian dijawab dengan rekam jejak, itu adalah jawaban seorang petahana. Seorang petahana yang kembali berkompetisi memperebutkan kursi yang telah diduduki di periode pertama. Rekam jejak Anies selama memimpin DKI tidak relevan kemudian dijadikan "senjata" untuk merebut kursi presiden. Anies merindukan DKI Jakarta.
Prabowo Subianto, mantan jenderal yang bermimpi menjadi presiden dua kali kalah dalam putaran pilpres 2014 dan 2019. Prabowo yang sekarang ini merupakan menteri pertahanan menawarkan ide dan gagasan tentang ekonomi di pilpres yang lalu. Ia juga meriset ekonomi Indonesia namun, seperti biasa, Indonesia yang tidak memberi perhatian penuh kepada penelitian Ilmiah, hasil riset capres 2024 dari Gerindra ini tersimpan rapi dalam lemari. Bukunya tentang ekonomi Paradoks Indonesia saat ini belum ada penegasan darinya apakah masih menjadi prioritas atau tidak. Padahal untuk memulihkan ekonomi pasca pandemi, ide Prabowo sangat relevan.
Namun Prabowo yang diusung oleh Gerindra untuk kembali maju sebagai capres 2024, dirinya menampakkan kegamangan menghadapi pilpres 2024. Prabowo asik saja membiarkan anggotanya menyerang Anies dengan sindiran bahwa Anies tidak pamit pada Prabowo setelah Anies selesai masa tugasnya sebagai gubernur DKI. Prabowo belum memerintahkan anggotanya kembali sosialisasikan isi buku Paradoks Indonesia. Kemudian Prabowo sedang terlena dengan koalisi besar. Padahal otak besarnya itu lebih bernilai daripada koalisi yang sengaja dibesarkan. Prabowo seakan melihat dengan besarnya koalisi maka semakin besar pula peluang untuk menang. Prabowo terlihat tidak semangat lagi dengan idenya. Atau jangan-jangan Prabowo mengetahui bahwa rakyat Indonesia sebagian besar tidak peduli dengan sebuah ide. Oleh sebab itu dirinya tidak lagi memperhatikan hal itu.
Memperbesar koalisi yang Prabowo terlibat di dalamnya kontradiktif dengan pernyataannya tentang partai gerindra adalah partai yang besar. Dengan berkoalisi dengan satu atau dua partai, maka ambang batas pencalonan sudah dikantongi. Bila memang Prabowo menganggap dirinya pejuang dan gerindra partai yang besar, tentu ia tidak tertarik lagi dengan sesuatu yang besar lainnya, tak terkecuali koalisi besar. Namun Prabowo gamang, antara ide dan gagasan besar atau koalisi besar.
Ganjar Pranowo dideklarasikan oleh ibu Megawati sebagai capres 2024 dari partai PDIP. Sekali lagi, pencapresan PDIP sekaligus penegasan bahwa hanya ibu Megawati ratu sekaligus raja di partai merah itu. Ibu Megawati mengatakan, bahwa capres PDIP adalah petugas partai, bukan petugas rakyat yang disediakan oleh PDIP. Petugas partai yang sekarang ini menjabat gubernur Jawa Tengah, ditingkatkan penugasannya untuk menjadi presiden. Intinya, presiden dari PDIP adalah petugas partai bukan petugas rakyat.
Bila Ganjar merupakan petugas partai yang penugasannya ditingkatkan, mustahil ide dan gagasan untuk direalisasikan pasca 2024 dimiliki oleh Ganjar. Seperti contoh yang diutarakan oleh politikus PDIP di senayan, bahwa dirinya yang berasal satu partai dengan Ganjar, bekerja sesuai arahan dan perintah ketum. Sulit bagi Ganjar untuk menciptakan ide dari kepalanya sendiri. Apalagi ide tersebut tidak sesuai dengan logika berpikir ketum partai PDIP. Meskipun Ganjar dinilai pemimpin yang ideologis, selama Ganjar diusung sebagai petugas partai bukan petugas rakyat dengan posisi presiden, hal itu dapat diragukan.
Ide dan gagasan yang diciptakan Ganjar berpotensi direvisi oleh ketum partai. Alih-alih mengujinya untuk kepentingan rakyat, seorang petugas partai tentu terlebih dahulu mesti menomor satukan kepentingan partai politik dengan gagasan yang memberi manfaat kepada partai politik pengusung.
Komentar
Posting Komentar